Jumat, 26 September 2014

KURIKULUM 2013 SD Hidayatullah Semarang

Diposting oleh Noviana Berlian di 15.28 0 komentar


Dengan adanya kurikulum 2013 tidak menjadikan visi, misi dan tujuan SD Hidayatullah berubah. Konsep dari kurikulum 2013 adalah konsep yang selaras dengan yang diterapkan di SD Hidayatullah (Hidayatullah banget). Akan tetapi konsep kurikulum 2013 tidak seutuhnya diterapkan karena SD Hidayatullah sangat mengutamakan pendidikan Akhlak dari pada akademik, tujuannya tidak lain adalah untuk “pembentukan karakter insan khaira ummah”. Sedangkan pendidikan akademik hanya sebagai media untuk mengantar anak berbudi pekerti luhur. Walaupun demikian, prestasi akademik siswa SD Hidayatullah tetap bagus.
SD Hidayatullah sebenarnya adalah Madrasah Ibtidaiyah/MI (Alasan penggunaan nama SD hanya untuk menarik minat wali murid agar menyekolahkan anaknya di SD Hidayatullah, karena penggunaan nama MI sekarang kurang diminati alasannya tidak “in/jaman”-nya).Oleh karena itu, SD Hidayatullah tidak hanya menggunakan kurikulum 2013 akan tetapi juga menggunakan kurikulum seperti yang diterapkan di TPQ yang berasal dari Departemen Agama (DEPAG). Permasalahan yang dihadapi sekolah dari kurikulum DEPAG terkait dengan diterapkannya kurikulum 2013 sebagai kurikulum baru yaitu hanya kelas 1 dan IV  yang baru terealisasikan, sedangkan untuk kelas yang lain belum ada pengarahan dan panduan dari DEPAG.
Seperti di SD lainnya, SD Islam Hidayatullah menggunakan model tematik. Yang sedikit berbeda adalah dengan konsep yang dibuat sendiri yaitu seluruh Kompetensi Dasar dalam materi diikat dengan karakter. Dan sekarang pendidikan agama terpisah dari pelajaran yang lain (tidak diintegrasikan ke dalam mata pelajaran lain). Untuk yang lainnya mengikuti panduan dalam buku. Dalam pelaksanaanya terutama proses pembelajaran sudah lancar,  hanya saja pada tahap penilaian para guru dihadapkan dengan banyaknya kendala dan kebingungan.
Terdapat 3 poin utama yang membedakan Kurikulum 2013 dengan KTSP. Pertama, pada kurikulum 2013 pembelajaran tidak lagi dipecah dalam mata pelajaran seperti pada KTSP. Kurikulum 2013 menggunakan tema pada pembelajarannya dimana tema tersebut didalamnya telah terintegrasi dengan mata pelajaran yang akan diajarkan.
Kedua, penilaian dalam kurikulum 2013 tidak lagi hanya sebatas akademik. Dalam kurikulum 2013, sikap dan skill juga menjadi pertimbangan guru dalam memberikan nilai pada anak. Ketiga, sistem penilaian raport tidak lagi dengan menggunakan angka-angka yang telah diakumulasikan selama satu semester. Sebagai gantinya kurikulum 2013 menggunakan sistem penilaian raport yang diskriptif dimana guru menulis hasil pencapain peserta didik dalam bentuk kalimat.
Kendala yang dialami guru SD Hidayatullah dalam pengembangan kurikulum 2013 mengenai Paradigma dalam kurikulum 2013 yang sudah dikuasai oleh guru SD Hidayatullah. Namun, konsepnya belum dikuasai seperti dalam implementasinya pada penilaian yang sangat memusingkan. Selain itu yang menjadi kendala para guru adalah tentang bagaimana model ulangan akhirnya. Apakah permata pelajaran ataukah pertema. Jika ulangan akhirnya menggunakan model pertema tentunya memberatkan siswa karena banyaknya materi yang harus dipelajari dan tentunya siswa sulit menentukan apa saja yang harus dipelajari. Apabila model ulangan akhirnya adalah per tema, maka strategi yang disiapkan para guru untuk memudahkan para siswa dalam belajar adalah dengan memberikan kisi-kisi pada orang tua masing-masing siswa. Untuk penilain Ulangan Harian (UH) diambil dari pembelajaran sehari-hari dan tidak lagi menggunakan sistem pilihan ganda. Selain itu dalam setiap kelas di SD Hidayatullah terdapat 2 guru pengampu, hal ini tidak sesuai dengan yang ditetapkan pemerintah yaitu dalam 1 kelas hanya boleh diampu oleh 1 guru. Oleh karena itu harus ada 1 guru yang dikorbankan dalam 1 kelas. Hal ini kemudian menjadi masalah baru bagi SD Hidayatullah.
Metode pembelajarn kurikulum 2013 mampu menjawab permasalahan dalam proses pembelajaran dimana menggunakan Pendekatan scientific yang terdapat dalam kurikulum 2013 jelas membantu kesulitan guru-guru di SD Hidayatullah. Namun, guru yang memiliki jam terbang tinggi atau dengan kata lain sudah terbiasa dengan kurikulum sebelumnya merasa kesulitan untuk mengubah kebiasaan lama dan menerapkan kurikulum baru dalam hal ini kurikulum 2013.
Kegagalam kurikulum lama bisa jadi karena metodologinya (guru tidak disiapkan secara matang) dan tidak ada yang bertanggung jawab terhadap kualitas kompetensi guru. Dan lagi pada kurikulum sebelumnya terdapat pelajaran TIK, namun tidak ada guru khusus TIK di SD Hidayatullah. Awalnya sekolah menggunakan tenaga administrasi untuk mengajar. Hal ini memaksa para guru untuk menguasai TIK. Pada saat itu banyak yang merasa keberatan karena guru-guru menganggap sulit. Akan tetapi, sekarang para guru sudah menguasainya dan hal ini sangat mendukung dan memberi hasil positif dalam pembelajaran. Dengan dihapuskannya TIK dalam mata pelajaran tidak menjadikan beban yang berat bagi SD Islam Hidayatullah, karena untuk tenaga pengajarnya sudah dibekali TIK saat kurikulum sebelumnya. Selain mengenai TIK, Dalam kurikulum 2013 tidak ada lagi UN. Bahkan pada kurikulum sebelumnya sebenarnya sudah tidak ada UN, akan tetapi digantikan dengan US, hanya saja formatnya masih UN. UTS dan UAS memiliki bobot nilai yang sama, walaupun semestinya sudah tidak ada. Laporan Hasil Studi/Raport dalam kurikulum 2013 menggunakan model diskriptif (perkompetensi inti, tidak berupa angka). SD Hidayatullah tidak patuh seutuhnya pada peraturan dalam kurikulum 2013, contohnya masih memunculkan mata pelajaran, walaupun tidak semuanya. SD Hidayatullah hanya mengisi raport sebagai formalitas, karena memiliki cara penilaian tersendiri.
Di SD Islam Hidayatullah sendiri Bekerja sama dengan tim penilai dari Singapore. Setiap hari ada 11 guru yang terjadwal untuk patroli keliling lingkungan sekolah kemudian difoto. Setiap pekan pimpinan mengirim form ke pihak tim penilai Singapore. Untuk memicu kompetensi guru dalam meningkatkan kinerjanya, maka akan ditentukan siapa saja yang berada pada 3 terbawah. Guru yang memiliki kinerja bagus mendapat reward berupa bonus tunjangan, hal tersebut untuk meningkatkan kompetensi kinerja guru.
Untuk gedung dan teknologi di SD Hidayatullah sudah terpenuhi. Kekurangannya justru pada sumber belajar alam yang disebabkan karena sudah tidak adanya lahan. Sebenarnya pihak SD Hidayatullah sudah mengusulkan lahan yang rencananya untuk laboratorium makhluk hidup, akan tetapi tidak terealisasi.
Menurut Waka Kurikulum Teguh “Kurikulum 2013 terlalu bersemangat sehingga premature. Karena pada kurikulum-kurikulum sebelumnya masa uji cobanya selama 3 tahun. Sehingga kurikulum 2013 terkesan buru-buru karena masa uji cobanya hanya 1 tahun. Misalnya saja di Semarang uji coba hanya dilakukan pada 16 sekolah sela 1 tahun. Sehingga menurut saya (pengembang kurikulum SD Hidayatullah) sosialisasinya sangat mengecewakan. Instruktur dari kurikulum 2013 instan. Master Teacher yang dijanjikan mentri pendidikan hanya sebuah janji, pada kenyataannya yang ditampilkan dalam diklat masih menggunakan sistem TOT. Dalam pelaksanaan diklat selama 7 hari, guru-guru belum memiliki bekal ataupun bayangan tentang landasan filosofi, paradigma dan seperti apa kurikulum 2013. Bagaimana mereka bisa mendiklat guru-guru lain dalam waktu 5 hari setelah proses diklatnya sendiri selesai? Kendalanya yaitu pada kekacauan pemahaman peserta terhadap konsep dalam diklat tersebut karena tidak menggali dari akarnya. Dari awal, sosialisasinya sudah kacau. Dalam mengatasi kekacauan tersebut, SD Hidayatullah mempunyai cara tersendiri yaitu dengan mengadakan workshop untuk guru-guru yang tidak berkesempatan mengikuti diklat dengan pembicaranya yaitu beberapa guru yang mengikuti diklat. Workshop dilaksanakan selama 6 hari. 3 hari pertama dengan agenda memahami konsep dan 3 hari berikutnya dengan agenda penerapan konsep salah satu contohnya adalah membuat RPP”. Bagitulah pendapat baliau mengenai Kurikulum 2013 di SD Islam Hidayatullah.

Rabu, 01 Januari 2014

ALBUM 1

Diposting oleh Noviana Berlian di 22.27 0 komentar






 

NOVIANA AYU, love story Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | Angry Birds Merchandise